Review: Killers (2010)


Aktris cantik Katherine Heighl pernah hampir menyihir dunia dengan  daya tariknya. Ia bahkan banyak diramalkan untuk menjadi seorang ratu komedi romantis mengikuti jejak Julia Roberts, Meg Ryan dan Sandra Bullock ketika ia membintangi komedi sukses karya Judd Apatow, Knocked Up (2007). Perlahan-lahan, dunia — khususnya para kritikus film dunia — mulai lelah dengan pilihan film-film Heighl, seperti 27 Dresses (2008) dan The Ugly Truth (2009), yang walaupun sukses secara komersial, namun tidak menunjukkan peningkatan kualitas akting yang berarti dari diri Heighl.

Tahun ini, setelah lepas dari serial drama televisi sukses, Grey’s Anatomy, yang juga turut membantu Heighl membesarkan namanya, Heighl kembali bekerjasama dengan sutradara The Ugly Truth, Robert Luketic, untuk membintangi sebuah film drama romantis lainnya bersama aktor tampan, Ashton Kutcher, Killers. Dan walaupun film ini tidak akan memperbaiki citra kemampuan akting Heighl di mata para kritikus film, namun harus diakui Heighl memang merupakan aktris yang pas untuk ditempatkan di film-film sejenis.

Perkenalan spontanitas antara Jen Kornfeldt (Katherine Heighl) dengan Spencer Aimes (Ashton Kutcher) di daerah pantai Nice, Perancis yang indah ternyata mampu menghilangkan rasa sakit hati Jen terhadap pacarnya yang secara tiba-tiba memutuskan dirinya.  Perkenalan tersebut bahkan berjalan semakin jauh ketika Jen memperkenalkan Spencer kepada ayah (Tom Selleck) dan ibunya (Catherine O’Hara) dan akhirnya berujung pada sebuah pernikahan antara keduanya. Tiga tahun berjalan, Jen kemudian menyingkap rahasia yang tak pernah ia duga sebelumnya mengenai Spencer.

Spencer ternyata merupakan seorang mantan agen rahasia yang bahkan memiliki izin untuk membunuh orang lain bila diperlukan. Ketika menikah dengan Jen, Spencer melepaskan pekerjaannya tersebut. Namun, sepertinya masa lalu Spencer tidak begitu saja mau melepaskan Spencer. Ia, bersama Jen yang kini tengah hamil muda, kini harus mencoba menyembunyikan dan menyelamatkan diri dari tak kurang 15 agen rahasia lain yang saat ini tengah mengincar nyawa Spencer demi hadiah uang yang ditawarkan seseorang.

Kunci utama dari film ini terletak pada dua pemeran utamanya, Katherine Heighl dan Ashton Kutcher. Sebagai Spencer, seorang mantan pembunuh bayaran, Kutcher berhasil melepas imej boyish dan playful yang selama ini melekat pada dirinya, dan berubah menjadi seorang pria yang lebih dewasa. Kebalikannya, Heighl, yang selama ini sering mendapatkan peran sebagai wanita yang terlalu serius dan terlihat yakin dalam menghadapi hidupnya, justru mendapatkan peran sebagai wanita yang sering terlihat goofy dan bermain secara komikal. Untungnya, Heighl mampu menghadapi tantangan tersebut dengan baik. Berdua, Kutcher dan Heighl terlihat sangat pas bersama dengan chemistry yang cukup meyakinkan untuk menghidupkan karakter mereka berdua.

Walau didukung oleh penampilan apik kedua pemeran utamanya, tak akan ada yang menyangkal bahwa naskah yang dituliskan oleh Bob DeRosa dan Ted Griffin untuk film ini sangatlah lemah. Seperti halnya Mr and Mrs Smith (atau Knight and Day yang baru selesai tayang), Killers mencoba menyatukan komedi romantis dengan jalan cerita yang mengandung unsur action. Pada menit-menit awal, dengan bantuan sinematografi indah yang didapat dari pemandangan alam Perancis, Killers berhasil memberikan unsur komedi romantis yang ingin dibawakannya. Sayangnya, tone ini kemudian perlahan-lahan menghilang seiring dengan terungkapnya masa lalu Spencer.

Tone komedi romantis, yang tadinya diselingi dengan beberapa adegan action, kini berganti dengan tone action yang diselingi dengan beberapa adegan komedi romantis. Di sinilah letak rentetan kegagalan Killers dimulai. Naskah cerita Killers sama sekali tidak memiliki kekuatan untuk menjadi sebuah film action, sebuah paparan cerita yang sepertinya ingin ditonjolkan oleh Luketic di paruh kedua film ini. Akibatnya, setelah kehilangan esensi drama romantisnya, yang diikuti gagalnya jalan cerita film ini sebagai sebuah film action, Killers menjadi sebuah film yang tidak jelas arah dan tujuannya. Tanggung sebagai sebuah film action, minim kisah cinta sebagai sebuah film drama romantis dan tidak lucu sebagai sebuah film komedi. Datar.

Kelemahan dari naskah cerita Killers juga terasa dari sisi pengembangan karakter-karakter pendukung ceritanya. Banyak diantara karakter pendukung ini tidak pernah mendapatkan perhatian penuh untuk mendapatkan penjelasan yang lebih luas mengenai siapa karakter mereka dan bagaimana mereka bisa berada dalam jalan cerita tersebut. Ini khususnya terasa pada karakter orangtua Jen, yang diperankan oleh Tom Selleck dan Catherine O’Hara, yang memiliki cukup banyak peran dalam keseluruhan cerita namun tidak memiliki karakterisasi yang cukup tergali oleh film ini.

Dari premis yang ditawarkan, Killers sebenarnya sangat berpotensial untuk menjadi sebuah film yang menghibur, hampir sama berpotensinya dengan Knight and Day yang mengandalkan duet Tom Cruise dan Cameron Diaz. Kutcher dan Heighl bahkan mampu menunjukkan chemistry yang cukup erat di sepanjang film ini. Sayangnya, usaha tersebut terbentur dengan naskah yang sepertinya mengalami kebingungan untuk menentukan arah film ini, apakah akan bertahan sebagai sebuah drama romantis yang diselingi adegan action atau sebaliknya, sebuah film action yang diselingi dengan drama romantis. Ini terjadi karena Killers tidak pernah berhasil untuk memadukan ketiga unsur cerita tersebut menjadi sebuah kesatuan yang pas. Walaupun masih dapat (sedikit) menghibur, kegagalan dari sisi naskah cerita tersebut membuat Killers sama sekali tidak berkesan dan tidak memberikan sesuatu yang berarti pada penontonnya.

Rating: 3 / 5

Killers (Katalyst Films/Lionsgate, 2010)

Killers (2010)

Directed by Robert Luketic Produced by Scott Aversano, Jason Goldberg, Mike Karz, Ashton Kutcher, Chad Marting, Christopher S. Pratt, Josie Rosen Written by Bob DeRosa, Ted Griffin Starring Katherine Heigl, Ashton Kutcher, Tom Selleck, Catherine O’Hara, Katheryn Winnick, Kevin Sussman, Lisa Ann Walter, Casey Wilson, LeToya Luckett Music by Rolfe Kent Cinematography Russell Carpenter Editing by Mary Jo Markey Studio Katalyst Films Distributed by Lionsgate Running time 100 minutes Country United States Language English

Advertisements

7 thoughts on “Review: Killers (2010)”

  1. Rating 3 rasanya terlalu banyak untuk film ini. Mungkin 2 saja, deh. Haha!
    Ketika menonton film ini saya jadi merasa nonton komedi Dono, Kasino, Indro. Perpaduan antara unsur action dan dramanya terasa gagal. Apa lagi menyangkut dunia spionase yang jelas menuntut keseriusan. Yang paling menyebalkan adalah pengakuan Tom Selleck yang berperan sebagai ayah di bagian akhir cerita sangat tidak nyambung. Belum lagi tetangga-tetangga yang tiba-tiba berubah jadi pembunuh bayaran semua. Dari segi romantisme gagal, action gagal, komedinya pun gagal.

  2. Ending yg sangat aneh, maunya sih bikin kaget penonton, namun biasa saja,
    bahkan setelah itu sepertinya segalanya berjalan normal kembali (gimana dengan mayat2 yg bertebaran di penjuru kota itu ?? )

  3. Nonton ga sampai akhir si.. tp menurut saya yg memang suka sama film sejenis seperti ini sudah lumayan menghibur..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s