Review: The Human Centipede (First Sequence) (2010)


The Human Centipede (First Sequence) mungkin adalah salah satu film horror yang paling banyak dibicarakan di internet saat ini. Bukan apa-apa, tema yang dibawakan film ini sendiri mungkin adalah sebuah tema yang pertama kali dibawa ke layar lebar. Dengan ide yang absurd namun tak serta merta meninggalkan kadar sadisme yang luar biasa, menjadikan The Human Sequence (First Sequence) sebagai salah satu film horror yang paling ditunggu oleh para penggemar genre tersebut saat ini.

The Human Centipede (First Sequence) sendiri dimulai seperti sebuah adegan yang mungkin sudah sangat biasa ditemukan disetiap film horror slasher. Dua orang turis asal Amerika Serikat yang berada di Jerman, Lindsay (Ashley C Williams) dan Jenny (Ashlynn Yennie), mungkin sedang berada pada malam tersial dalam kehidupan mereka ketika pada sebuah malam yang berhujan, ban mobil yang mereka bawa mengalami kebocoran. Mereka pun akhirnya mendatangi sebuah rumah yang berada dekat di lokasi bocornya ban mobil tersebut untuk meminta bantuan. Dewi Fortuna sepertinya sedang benar-benar tidak berada di sisi kedua gadis malang ini ketika orang yang membantu Lindsay dan Jenny adalah Dr Heiter (Dieter Laser). Oleh Heiter, mereka berdua diberikan obat tidur, dan ketika tersadar, Lindsay dan Jenny sudah menjadi tahanan bagi Heiter.

Heiter sendiri sebenarnya adalah seorang dokter bedah kembar Siam yang memiliki reputasi ternama di dunia. Namun, reputasi terkenal tidak menjamin kewarasan otak seseorang. Dr Heiter memiliki visi yang “berbeda” mengenai bagaimana manusia di masa yang akan datang dapat hidup. Dengan kemampuannya di bidang biologis, Dr Heiter berniat untuk “menyatukan” beberapa manusia menjadi sebuah kesatuan yang kemudian akan dapat saling hidup bersama.

Untuk mewujudkan mimpinya tersebut, Dr Heiter sebenarnya pernah melakukan uji coba terhadap tiga ekor anjing. Sayangnya, ketiga anjing tersebut malah tewas secara mengenaskan. Karenanya, Dr Heiter memilih untuk melakukan percobaannya pada manusia, sebuah makhluk hidup yang memiliki ketahanan hidup luar biasa. Bersama dengan Katsuro (Akihiro Kitamura), seorang turis Jepang yang juga diculik oleh Dr Heiter, Lindsay dan Jenny akan menjadi tiga orang “beruntung” yang menjadi bahan percobaan bagi Dr Heiter.

Masih belum mengerti dengan apa yang dimaksud dari human centipede? Well… mungkin ada baiknya hal tersebut disimpan rapat-rapat hingga nantinya penonton dapat menyaksikan sendiri apa yang dimaksud dengan istilah tersebut dalam film ini, karena, sejujurnya, bagian kejutan yang membedakan The Human Centipede (First Sequence) dari film-film sejenisnya adalah ketika penonton membuka tabir mengenai apa yang dimaksud dengan human centipede itu sendiri.

Secara umum, The Human Centipede (First Sequence) masih menggunakan formula yang sama dengan formula yang telah digunakan oleh film-film sejenis Saw atau Hostel. Mulai dari penggunaan lokasi yang minim, karakter seorang dokter sakit jiwa, turis yang bernasib sial hingga cara penyelesaian yang masih menyisakan tempat untuk sebuah sekuel. Walau begitu, apa yang dilakukan oleh sutradara Tom Six, yang juga menuliskan naskah film ini, cukup ampuh untuk memberikan debaran tersendiri bagi jantung para penonton film.

Six mampu secara baik mengatur ritme jalannya alur film ini dengan sederhana, tidak terlalu cepat atau tidak pula terlalu lamban, yang membuat penonton dapat merasakan sendiri bagaimana rasanya berada di ruangan yang sama dengan Dr Heiter. Proses menuju dan pengenalan mengenai proyek sang dokter adalah menit-menit terbaik dari film ini. Selepas dari itu, The Human Centipede (First Sequence) secara perlahan mulai melepaskan ketegangannya dan berjalan cukup biasa, khususnya bagi mereka yang terbiasa menyaksikan film-film thriller sejenis. Tetap cukup mendebarkan, namun Tom Six sepertinya sangat kekurangan ide  cemerlang mengenai bagaimana cara mempertahankan ketegangan tersebut setelah kejutan dari plot orisinal yang telah ia bentuk semenjak awal telah dibuka di tengah film.

Berbeda dari Saw atau Hostel, Six sepertinya mencoba menempatkan The Human Centipede (First Sequence) sebagai sebuah mind thriller, yang ia lakukan dengan tidak menunjukkan terlalu banyak adegan sadis nan berdarah di sepanjang film ini. Ia malah memilih melakukannya dengan memainkan pemikiran dan perasaan penonton: dengan gambar yang diberikan, penonton kemudian dapat merasakan bagaimana sakitnya dan menderitanya para korban ketika berada di bawah pengawasan Dr Heiter. Dengan ritme yang telah diatur sedemikan rupa dan para pemerannya yang sukses dalam menunjukkan kemampuannya, membuat kadar ketegangan tersebut berhasil dapat dirasakan oleh penonton.

Berbicara tentang para pemeran, The Human Centipede (First Sequence) sepertinya berhasil dalam melahirkan seorang penjahat ikonik baru bernama Dr Heiter. Lewat peran dan tatapan dingin yang diberikan oleh aktor Dieter Laser, Dr Laser sangat terasa mencekam, bahkan ketika ia tidak melakukan apa-apa dan hanya berdiri melihat para korbannya. Dr Heiter mungkin akan menjadi seorang tokoh dokter bedah gila yang akan diingat dan mungkin memberikan beberapa kenangan buruk bagi para penontonnya.

Di tengah kekeringan ide yang melanda genre film horror, senang rasanya untuk melihat sebuah ide baru yang tertuang melalui The Human Centipede (First Sequence). Dengan sentuhan yang tepat, ide baru ini mampu memberikan tingkat ketegangan yang cukup konsisten pada para penontonnya. Sayangnya, tingkat kualitas dari film ini hanya berhenti pada ide yang orisinal tersebut, tidak pada pengembangan ceritanya. Secara keseluruhan, film ini menggunakan platform yang sama dengan film-film horror sejenis yang telah banyak beredar, dan bahkan tanpa pengembangan berarti dari dasar tersebut. Walau begitu, apa yang ditampilkan oleh film ini sudah lebih dari cukup untuk menghibur para penggemar film-film bergenre sejenis.

Rating: 3 / 5

The Human Centipede (First Sequence) (Six Entertainment/IFC Films, 2010)

The Human Centipede (First Sequence) (2010)

Directed by Tom Six Produced by Tom Six, Ilona Six Written by Tom Six Starring Dieter Laser, Ashley C. Williams, Ashlynn Yennie Music by Patrick Savage, Holeg Spies Cinematography Goof de Koning Editing by Tom Six Studio Six Entertainment Distributed by IFC Films Running time 90 minutes Country United Kingdom, Netherlands Language English, Japanese, German

4 thoughts on “Review: The Human Centipede (First Sequence) (2010)”

  1. sepertinya genre film model saw sudah lewat….. yah bagaimanapun film ini tetap akan dibuat, karena biaya produksi murah :mrgreen:

    ga perlu memakai bnayak lokasi syuting, bahkan cukup di studio syutingnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s