Review: The Square (2008)


Jika saja Raymond Yale (David Roberts) tahu perselingkuhannya dengan Carla Smith (Claire van der Bloom) akan berujung pada serentetan tragedi, mungkin Raymond akan memilih untuk setia dengan pernikahannya yang dinilainya sudah hambar itu. Namun, mungkin tidak akan ada pria yang mampu menolak daya tarik seorang Carla yang cantik, walaupun juga telah memiliki suami tersebut.

Rentetan tragedi yang terjadi di film arahan sutradara asal Australia Nash Edgerton ini bermula ketika Carla menemukan simpanan uang suaminya, Greg Smith (Anthony Hayes). Carla, yang sama halnya dengan Ray merasa bahwa pernikahannya telah berjalan hambar tanpa kehadiran cinta, akhirnya mengusulkan kepada Ray agar mereka mengambil uang tersebut dengan melakukan sebuah trik agar tidak diketahui suaminya. Trik tersebut yakni untuk menyewa orang untuk membakar rumah Greg, sehingga hilangnya uang tersebut akan dianggap sebagai sebuah efek dari kebakaran tersebut.

Ray akhirnya membayar Billy (Joel Edgerton) untuk melakukan hal tersebut. Disinilah awal petaka tersebut dimulai. Tanpa sepengetahuan Billy, ternyata ibu Greg sedang menginap di rumah tersebut. Billy pun melaksanakan tugasnya dan membakar rumah tersebut, termasuk ibu Greg yang akhirnya tewas di dalamnya. Ternyata, kejadian kebakaran tersebut tidak menghanguskan tas tempat uang Greg tersimpan. Greg akhirnya menemukan tas tersebut tanpa uang yang disimpannya berada di dalamnya. Greg akhirnya menjadi seorang yang paranoid yang mencurigai orang-orang di sekitarnya, termasuk Carla, yang melakukan hal tersebut.

Nasib tak lebih baik untuk Ray. Belakangan ia sering menerima surat kaleng yang menyatakan bahwa seseorang tahu mengenai perselingkuhannya dan menginginkan sejumlah uang. Ia mencurigai Charlie (Stephen Weston), salah seorang pekerjanya. Bertengkar dengan Charlie, Ray secara tidak sengaja membunuhnya. Ray akhirnya menguburkan Charlie di area wilayah ia bekerja. Namun, surat kaleng tersebut justru tidak berhenti datang. Ray yang semakin panik akhirnya harus menemukan siapa sebenarnya yang mengirimkan surat kaleng itu sebenaranya demi menjaga kerahasiaan hubungannya dengan Carla.

Perlu beberapa saat untuk dapat menikmati film thriller dengan tampilan visual sebuah film noir asal Australia yang berjudul The Square ini. Sutradara Nash Edgerton sepertinya lebih memilih untuk menceritakan berbagai rentetan kejadian yang ada di dalam jalan cerita secara perlahan dan tidak terlalu terburu-buru. Butuh kesabaran, namun dengan naskah yang sangat tersusun rapi, film thriller ini menjadi mampu bekerja secara efektif.

Adalah Joel Edgerton dan Matthew Dabner yang bertanggung jawab untuk penulisan naskah cerita film ini. Dari tangan mereka, The Square hadir sebagai sebuah film yang sepertinya ingin menunjukkan pada para penontonnya bahwa perilaku jahat dan amoral, cepat atau lambat, akan mendapatkan ganjaran tersendiri. Ini ditunjukkan dari berbagai kejadian tragis yang terjadi di film ini, seluruhnya bukanlah hasil dari perbuatan para karakter di dalamnya. Memang, para karakter tersebut yang merencanakannya. Namun dalam eksekusinya, mereka malah dipermainkan oleh suratan takdir yang seolah ingin menghukum mereka.

Nash Edgerton menghadirkan The Square dengan gaya tampilan film noir — genre yang di Indonesia mungkin menjadi lebih akrab setelah Joko Anwar menerapkannya pada Kala. Ini dilakukan dengan cara penggunaan tata cahaya minimalis serta sesekali mengganti tata warna film dari berwarna menjadi sebuah film hitam putih. Selayaknya kebanyakan film noir, The Square juga menghadirkan banyak twist di dalam jalan ceritanya. Salah satu yang mungkin paling akan banyak diingat adalah adegan yang berada di akhir film, yang secara baik dieksekusi oleh Edgerton dan menjadikan momen tersebut sebagai momen puncak yang tepat untuk mengakhiri film dan menjawab semua pertanyaan yang telah dihadirkan di sepanjang film ini berjalan.

Dari departemen akting, The Square juga sama sekali tidak menemui masalah. Para jajaran pemerannya berhasil membawakan setiap karakter yang ada di jalan cerita film ini dengan sangat meyakinkan. Ini terjadi mungkin karena setiap karakter yang ada disini bukanlah sebuah karakter yang kompleks. Karakter-karakter yang ada di The Square adalah karakter biasa yang sedang menemui berbagai masalah. Walau begitu, tetap saja di tangan para pemeran yang tepat, karakter tersebut mampu menjadi lebih hidup dan para penonton akan mempu merasakan kebuntuan dari setiap pemikiran mereka.

Yang sangat membuat The Square menjadi sebuah thriller yang efektif adalah kemampuan sutradara Nash Edgerton untuk mengeksekusi naskah yang telah begitu rapi ditulis oleh Joel Edgerton dan Matthew Dabner. Hal ini menyebabkan The Square mampu berjalan dalam ritme sedang namun mampu menjaga ketegangan yang dihadirkannya pada setiap penonton. Ditambah dengan beberapa twist yang mampu bekerja dengan baik dan jajaran pemeran yang sangat meyakinkan, menjadikan The Square sebagai sebuah thriller yang sangat cerdas.

Rating: 4 / 5

The Square (Village Roadshow Limited/Apparition, 2008)

The Square (2008)

Directed by Nash Edgerton Produced by Louise Smith Written by Joel Edgerton, Matthew Dabner Starring David Roberts, Claire van der Boom, Joel Edgerton, Anthony Hayes, Peter Phelps, Bill Hunter Music by Frank tetaz, Ben Lee Cinematography Brad Shield Editing by Luke Doolan, Nash Edgerton Distributed by Village Roadshow Limited/Apparition Running time 107 minutes Country Australia Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s