Review: The Crazies (2010)


Selamat datang di kota Ogden Marsh, Iowa, Amerika Serikat. Sebuah kota kecil dengan penduduk yang ramah dan saling mengenal satu sama lain. Keakraban diantara setiap warganya sendiri dapat terlihat pada berbagai acara yang digelar di kota tersebut. Seperti yang terlihat di film The Crazies, dimana seluruh warganya sedang berkumpul untuk menonton pertandingan baseball di sebuah sekolah.

Namun, tentu saja tak satupun dari warga Ogden Marsh akan menyangka bahwa pada hari itu, seorang pria bernama Rory Hamill (Mike Hickman), akan datang ke lapangan baseball dengan membawa sebuah senjata. Diduga sedang mabuk, Sheriff David Dutton (Timothy Olyphant), segera mengamankan Rory. Tak disangka, Rory malah melawan dan berniat menembak David dengan senjatanya. Beruntung, David lebih siaga dan menembak Rory terlebih dahulu, sekaligus menewaskannya. Hasil pemeriksaan dokter, yang menunjukkan bahwa kadar alkohol di darah Rory dalam hitungan normal, semakin membingungkan David mengapa Rory melakukan hal tersebut.

Kejadian aneh di kota tersebut tidak berhenti sampai disana. Beberapa hari kemudian, seorang petani, Bill Farnum (Brett Rickaby), yang beberapa hari sebelumnya mulai bersifat aneh dan sempat diperiksa oleh istri David, Judy Dutton (Radha Mitchell), ternyata malah melakukan pembunuhan terhadap istri dan anaknya dengan membakar mereka hidup-hidup.

Penemuan sesosok mayat di sungat terdekat di kota tersebut, akhirnya mengarahkan David dan deputinya, Russell Clank (Joe Anderson), menemukan sebuah pesawat terbang yang jatuh di sungai tersebut. Nantinya, David akan menemukan bahwa pesawat tersebut berisi sebuah senjata biologis, yang karena kecelakaan pesawat yang membawanya, akhirnya mencemari sungai yang menjadi sumber air minum warga kota tersebut.

Dalam sebuah adegan yang mengingatkan akan 28 Weeks Later, sejumlah pasukan bersenjata pemerintah tiba-tiba melakukan evakuasi besar-besaran terhadap warga Ogden Marsh. Mereka melakukan penelitian dan memisahkan antara orang-orang yang dianggap sehat dengan orang-orang yang diduga telah tercemar dengan virus. David, Judy dan Russell kini harus segera melarikan diri dari kota tersebut setelah mengetahui bahwa pasukan pemerintah tidak hanya akan mengevakuasi mereka yang sakit, namun akan melakuakn penghancuran total terhadap Ogden Marsh beserta seluruh warga yang masih ada di dalamnya.

The Crazies sendiri merupakan sebuah remake dari film berjudul sama karya sutradara George A Romero yang pernah dirilis pada tahun 1973. Versi terbaru dari The Crazies sendiri harus diakui tidak memberikan sesuatu yang baru jika dibandingkan dengan film-film karya George A Romero lainnya maupun film-film bertema apocalypse lainnya seperti 28 Weeks Later. Bedanya mungkin jika pada film-film lainnya seorang korban terkena virus mereka akan berubah menjadi seorang zombie pemakan manusia, maka pada The Crazies mereka yang terkena virus hanya digambarkan akan meninggal atau bersifat lebih garang dari manusia biasa.

Sutradara Breck Eisner sendiri berhasil membangun intensitas ketegangan film ini semenjak awal film. Secara perlahan-lahan, Eisner kemudian terus membangun tingkat ketegangan yang lebih di adegan berikutnya dengan memberikan beberapa adegan kejutan yang harus diakui akan berhasil membuat setiap penggemar film-film thriller merasa terpuaskan. Tidak seperti film horror remake kebanyakan, berbagai adegan di film The Crazies dilakukan dengan sangat rapi. The Crazies tidak hanya menawarkan berbagai adegan darah yang selalu ada di film-film sejenis, namun juga berbagai pilihan gambar yang menambah kesan muram dan gelap dari film ini yang semakin akan menambah intensitas ketegangan dari jalan cerita.

Walaupun tidak ada yang memberikan penampilan yang sangat istimewa, para jajaran pemeran The Crazies berhasil menghidupkan setiap karakter yang mereka mainkan. Ini, sekali lagi, membuat The Crazies unggul jauh dari film-film sejenisnya yang banyak beredar dalam beberapa tahun terakhir. Joe Anderson, yang berperan sebagai Russell, mungkin adalah yang paling stand-out penampilannya dibandingkan jajaran pemeran lainnya. Anderson berhasil memberikan gambaran yang baik akan seorang Russell, yang walaupun dipercaya oleh David dan Judy, namun memiliki temperamen yang membuatnya perlahan-lahan dijauhi keduanya.

The Crazies sebenarnya tidak menawarkan sesuatu yang baru maupun istimewa di dalam jalan ceritanya. Namun, sutradara Breck Eisner berhasil memberikan perlakuan yang tepat untuk film ini. Dengan membangun intensitas ketegangan secara perlahan semenjak awal film, serta memberikan berbagai adegan mengejutkan di sepanjang jalan ceritanya, membuat The Crazies setidaknya tampil elegan dan lebih baik dari film-film sekelasnya yang banyak dirilis beberapa tahun belakangan.

Rating: 3.5 / 5

The Crazies (Participant Media/Imagenation Abu Dhabi/Overture Films, 2010)

The Crazies (2010)

Directed by Breck Eisner Produced by Michael Aguilar, Rob Cowan, Dean Georgaris Written by Scott Kosar, Ray Wright Starring Timothy Olyphant, Radha Mitchell, Joe Anderson, Danielle Panabaker Music by Mark Isham Cinematography Maxime Alexandre Editing by Billy Fox Studio Participant Media/Imagenation Abu Dhabi Distributed by Overture Films Running time 101 min. Country United States Language English

Advertisements

2 thoughts on “Review: The Crazies (2010)”

  1. sepertinya remake george a romero kali ini sedikit berhasil ya… soal nya gw kasian sama george a romero, film2 zombie nya banyak di remake dan sedikit yang bagus. pdhl bapak nya film zombie tuh…. hehehehehehe…..

    keliatannya film ini hanya muncul di blitz ya? gw kek nya nonton di DVD aja deh 😀

  2. gw bru aja nonton filmny d dvd,…gbrnya bagus dan jernih tp sayang suaranya kyk suara rekaman…y maklumlah dvd bajakan…btw filmnya seru abis…lumayan serem tp sayang gk ada bedanya dgn film2 zombie yg laen….endingnya kurang menggigit….apalagi joe dan judy kurang jelas tuh terinfeksi atau tidak…soalnya joe slalu bersikap spt org yg telah terinfeksi dan judy telah di nyatakan terinfeksi tp tdk menunjukkan tanda2 kegilaan,…tp smuanya tertutupi dengan efek2ny khas hollywood yg oke punya…kpn y org indonesia bs bikin efek kyk mrk?…y qt tunggu aja 100 thn lg…hahahaha…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s