Review: Dear John (2010)


Dear John adalah sebuah film drama romantis yang diadaptasi dari sebuah novel yang berjudul sama karya novelis asal Amerika Serikat, Nicholas Sparks. Disutradarai oleh Lasse Hallström, film ini menjadi film kelima Hollywood yang mengadaptasi karya Sparks setelah Message in a Bottle (1999), A Walk to Remember (2002), The Notebook (2004) dan Nights in Rodanthe (2008).

Film ini sendiri dibuka dengan adegan perkenalan antara dua tokoh utamanya, Savannah Curtis (Amanda Seyfried) dan John Tyree (Channing Tatum), dimana John menyelamatkan tas dari Savannah yang secara tidak sengaja terjatuh ke dalam laut. Dari sinilah, hubungan antara Savannah dan John kemudian terus berkembang dan menemui berbagai halangan di sepanjang penceritaan film ini.

John sendiri sebenarnya adalah seorang anggota Pasukan Khusus Angkatan Darat Amerika Serikat yang sedang berlibur untuk menemui ayahnya, Bill Tyree (Richard Jenkins), ketika dirinya bertemu dengan Savannah. Walau hanya memiliki waktu selama dua minggu, hubungan John dan Savannah berkembang sangat cepat, bahkan hingga Savannah telah mengenal ayah John dan John telah mengenal beberapa orang dekat dari Savannah seperti Tim (Henry Thomas) dan anaknya, Alan (Luke Benward), yang menjadi kesayangan Savannah karena penyakit autisnya.

Dua minggu akhirnya tiba dipenghujung waktu. Savannah akan kembali melanjutkan masa kuliahnya sedangkan John akan kembali ke pangkalan tempat ia bertugas. Takut akan kehilangan John, Savannah membuatnya berjanji untuk selalu menulis surat dan menceritakan apapun yang terjadi dalam kesehariannya. Waktu setahun adalah waktu yang harus dilalui John untuk menyelesaikan masa tugasnya dan kemudian dapat kembali bertemu dengan Savannah.

Namun, di tengah-tengah masa tersebut, pihak militer dan keamanan Amerika Serikat mengalami tamparan keras dengan terjadinya peristiwa 9 September. Waktu setahun yang awalnya telah ditetapkan antara Savannah dan John, kini harus bertambah panjang karena John ditugaskan ke beberapa lokasi perang. Hanya kegiatan surat menyurat antara keduanyalah yang dapat membuat John bertahan. Hingga pada suatu hari, setelah dua bulan Savannah tak membalas suratnya, John menerima surat yang berisi bahwa Savannah merasa tidak tahan akan kesendiriannya saat itu… dan memutuskan untuk berpisah dari John dan bertunangan dengan orang lain.

Sama seperti halnya karya-karya Nicholas Sparks lainnya, Dear John juga dipenuhi oleh berbagai adegan manis yang mengisahkan hubungan percintaan antara John dan Savannah ketika mereka berdua tengah sama-sama di mabuk cinta. Adegan-adegan ini terasa sangat berhasil ketika Hallström juga memasukkan berbagai pilihan gambar-gambar indah akan alam sekitar untuk mengilustrasikan keindahan hubungan antara John dan Savannah. Ditambah dengan berbagai pilihan lagu latar yang tepat, Dear John dapat dikatakan berhasil hingga tiga perempat masa tayang film ini berjalan.

Setelahnya, film ini kemudian terasa bagaikan sebuah film drama yang terlalu mendramatisir serta terlalu mengada-ada. Ini kurang lebih disebabkan oleh naskah cerita Dear John yang semakin menurun kualitas ketika menuju penghujung film. Memang, gambar-gambar indah karya sinematografer Terry Stacey dan lagu-lagu pilihan Deborah Lurie masih ada disana, menemani di setiap adegannya. Namun kisah cerita yang mengisahkan Savannah telah bertunangan, dan dengan alasan yang sedikit tidak masuk akal pula, membuat para penonton yang tadinya telah merasa terikat dan menikmati jalan cerita yang ada, menjadi apatis dengan jalan cerita yang disediakan seterusnya.

Dari departemen akting, penampilan Amanda Seyfried disini semakin membuktikan bahwa dirinya akan semakin banyak ditemui di berbagai judul-judul film populer Hollywood lainnya. Walaupun tidak dapat digambarkan sebagaikan fenomenal, penampilan Seyfried mampu memberikan nyawa tersendiri bagi Dear John di setiap penampilannya.

Hal yang sedikit berbeda dapat dikatakan untuk pasangan Seyfried, Channing Tatum. Memang, Tatum sama sekali belum pernah terbukti kemampuannya dalam berakting, khususnya dalam film-film yang membutuhkan kemampuan akting lebih seperti sebuah film drama ini. Dalam beberapa adegan, seringkali Tatum terlihat masih kaku dan kurang mampu berekspresi. Bagusnya, chemistry antara Seyfried dan Tatum mampu terjalin dengan cukup baik, sehingga hubungan antara kedua karakter mereka cukup dapat menarik perhatian penonton. Penampilan dari aktor senior, Richard Jenkins, sebagai seorang ayah yang menderita autisme di Dear John juga seringkali berhasil membawakan kesuksesan bagi jalan cerita film ini. Jenkins secara meyakinkan mampu memberikan kesan tersendiri dalam waktu yang lumayan singkat di sepanjang jalan cerita film ini.

Tidak jauh berbeda dari film-film hasil adaptasi novel karya Nicholas Sparks lainnya, Dear John juga dipenuhi berbagai adegan percintaan manis antara kedua karakter utamanya. Sayangnya, sama seperti film-film hasil adaptasi novel karya Nicholas Sparks lainnya, Dear John juga terjebak dengan menghadirkan beberapa kisah klise yang dipaksakan untuk masuk ke dalam cerita untuk menambah kesan ‘menyentuh’ bagi para penontonnya. Berhasil kadang, namun dengan porsi yang sedikit terlalu berlebihan — dan tidak masuk akal — membuat Dear John malah terpental menjadi sebuah film drama yang terlalu mengada-ada. Secara keseluruhan, Dear John mungkin hanya akan berhasil bagi mereka pecinta film-film drama melankolis. Tak lebih dari itu.

Rating: 3 / 5

Dear John (Relativity Media/Screen Gems, 2010)

Dear John (2010)

Directed by Lasse Hallström Produced by Marty Bowen, Wyck Godfrey, Ryan Kauvanaugh Written by Jamie Linden, Nicholas Sparks (novel) Starring Channing Tatum, Amanda Seyfried, Henry Thomas, Scott Porter, Richard Jenkins Music by Deborah Lurie Cinematography Terry Stacey Editing by Kristina Boden Studio Relativity Media Distributed by Screen Gems Running time 105 minutes Country United States Language English

Advertisements

One thought on “Review: Dear John (2010)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s