Review: Fahrenheit 9/11 (2004)


Selepas meraih kesuksesan luar biasa lewat film dokumenternya, Bowling for Columbine di tahun 2002, sutradara Michael Moore kembali menimbulkan kontroversi lewat film dokumenter terbarunya, Fahrenheit 9/11. Kontroversi yang ditimbulkan film ini bahkan lebih besar daripada Bowling for Columbine, mengingat tema dari film ini yang menyinggung masalah yang sangat sensitif bagi kebanyakan warga Amerika Serikat yakni masalah pemboman World Trade Center pada 9 September 2001 dan masalah peperangan Irak.

Namun luar biasanya, film bertema politik ini mampu melawan seluruh kritikan yang hadir ketika film ini berhasil meraih penghargaan Palme d’Or  di ajang 2004 Cannes Film Festival. Tak hanya itu, film ini berhasil meraup keuntungan sebesar US$222 juta dan menjadi film dokumenter terlaris hingga saat ini.

Fahrenheit 9/11 sendiri memulai kisah ketika Presiden Amerika Serikat, George Walker Bush, terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat mengalahkan pesaing terkuatnya, Al Gore, di tahun 2000. Padahal, berdasarkan hitungan awal, Gore diprediksi banyak pihak dapat dengan mudah memenangkan pemilihan umum tersebut. Cerita kemudian berlanjut dengan bagaimana Bush menghabiskan masa-masa awal pemerintahannya, kebanyakan ditampilkan dengan gaya slapstick dimana Bush digambarkan tidak tahu bagaimana harus menghadapai berbagai kegiatan dan tugas-tugas kenegaraan.

Dokumenter ini mulai beralih ke tone yang lebih serius ketika menggambarkan serangan udara ke World Trade Center Amerika Serikat dan gedung Pentagon terjadi pada 9 September 2001. Pada film ini sendiri diceritakan bahwa ketika kejadian itu berlangsung, Bush sedang melakukan sebuah kunjungan ke sebuah sekolah dasar. Kembali secara sarkastik, Moore menggambarkan bagaimana Bush tidak banyak bereaksi ketika mendengar satu gedung WTC telah diserang, dan malah melanjutkan acara membaca buku dongeng bersama para siswa di kelas tersebut. Adegan tersebut dilanjutkan dengan adegan Bush yang sekali lagi hanya mampu membisu ketika salah seorang ajudannya kembali datang dan mengabarkan bahwa satu pesawat udara lainnya telah menyerang satu gedung WTC lainnya.

Dibagian pertengahan film inilah Moore mulai mengeluarkan berbagai fakta-fakta yang menjadi senajata andalannya. Secara gamblang, Moore memberikan berbagai fakta bahwa mungkin saja serangan 9/11 terjadi bukan karena serangan teroris, melainkan karena perbuatan orang dalam pemerintahan sendiri. Ia kemudian menggambarkan motif ekonomi keluarga Bush yang telah menjalin kerjasama dengan keluarga kerajaan Saudi Arabia sebagai satu alasan mengapa penyelidikan kasus tersebut masih terus terhambat hingga saat ini.

Serangan 9/11 sendiri kemudian membawa administrasi pemerintahan Bush ke dalam sebuah pemerintahan yang secara teguh berkomitmen untuk berperang melawan terorisme. Ini, oleh Michael Moore, digambarkan dengan usaha Bush untuk menggempur Afghanistan dan Irak, padahal kedua negara tersebut sama sekali tidak pernah terbukti mengancam eksistensi dan keamanan Amerika Serikat. Kelanjutan film ini sendiri digunakan oleh Moore sebagai medianya dalam mengkritik perang tersebut, yang dinilainya tidak beralasan dan justru meletakkan warga Amerika Serikat, khususnya para tentara yang dikirimkan ke daerah perang, dalam keadaan yang sangat menyedihkan.

Lebih dari setengah durasi Fahrenheit 9/11 dihabiskan Moore untuk membuka ‘borok’ keluarga Bush dan hubungan bisnis mereka yang telah terjalin lama dengan anggota kerajaan Saudi Arabia. Di bagian ini, Moore cenderung menhadirkannya secara gamblang, dengan, tentu saja, memasukkan beberapa anekdot politik pedas mengenai Bush. Dokumenter ini mulai menyentuh sisi humanis dan dramanya ketika mulai bercerita bagaimana pemerintahan Amerika Serikat yang mendeklarasikan dirinya untuk melawan terorisme sampai mengirimkan tentaranya ke Afghanistan dan Irak.

Di bagian ini, Moore memulai gaya penceritaan ala film-film drama bertema perang, namun tetap berhasil untuk menjaga sisi realismenya. Fakta-fakta pahit bahwa kebanyakan tentara adalah hasil rekrutan dari pemuda-pemuda miskin yang dijanjikan berbagai hal manis hingga nasib para tentara tersebut di medan perang, tentu saja, sedikit banyak akan mulai mempengaruhi para penontonnya. Dan mulai di titik tersebutlah, Fahrenheit 9/11 tidak akan mudah dilepaskan dari ingatan dan hati setiap penontonnya.

Sulit memang untuk hanya mengomentari sisi filmis dari setiap film dokumenter Michael Moore tanpa ikut terbawa berbicara sisi politis yang ia bawa pada setiap filmnya. Fahrenheit 9/11 sendiri tampil bagaikan sebuah buku hitam yang berisi catatan-catatan hitam George Walker Bush ketika menginstruksikan pengiriman para tentara ke Irak dengan alasan yang dibuat-buat. Dan jika saja ini adalah sebuah ajang debat, dengan fakta yang dibawa oleh Moore, sekali lagi Moore akan dapat dengan mudah untuk memenangkan debat tersebut.

Fahrenheit 9/11 sendiri tampil sesuai dengan gaya film-film dokumenter Michael Moore lainnya: memandang suatu permasalahan dari satu sisi, penuh intrik, fakta-fakta yang lugas namun ditampilkan dengan bumbu-bumbu humor sarkastik ala Michael Moore. Yang membuat perbedaan Fahrenheit 9/11 dengan dokumenter Moore lainnya adalah Fahrenheit 9/11 cenderung menampilkan gaya drama realis yang lebih kental dan sisi humor yang lebih sedikit. Hal ini dapat dirasakan dari intensitas drama yang terus terjaga dan meningkat hingga penghujung film. Luar biasa berani dalam mengungkap fakta namun tetap down to earth dan sanggup menyentuh setiap penontonnya.

Rating: 4.5 / 5

Fahrenheit 9/11 (Lions Gate Entertainment/IFC Films, 2004)

Fahrenheit 9/11 (2004)

Directed by Michael Moore Produced by Michael Moore, Jim Czarnecki, Kathleen Glynn, Harvey Weinstein, Bob Weinstein Written by Michael Moore Starring Michael Moore Distributed by Lions Gate Entertainment/IFC Films/Sony Pictures Home Entertainment Running time 122 minutes Country Canada, United States Language English

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s