Review: Mother (2009)


Tahun 2009 mungkin dapat dikatakan sebagai salah satu tahun yang paling membanggakan bagi industri film Korea Selatan. Bagaimana tidak, dua film mereka, yang sama-sama bergenre thriller, mendapat rekognisi luas dan pujian dari banyak kritikus film dunia. Thirst, sebuah thriller dengan tema vampire yang sedang populer, banyak digambarkan sebagai jawaban yang jauh lebih baik dari Korea Selatan atas Twilight. Sementara Mother, berhasil menjadi film unggulan Korea Selatan untuk bersaing di kategori Best Foreign Language di ajang The 82nd Academy Awards yang lalu, walaupun akhirnya harus gagal di tahap penyeleksian akhir.

Mother sendiri disutradarai oleh Bong Joon-ho, sutradara yang telah familiar dengan berbagai ajang penghargaan setelah karyanya, The Host (2006), juga bernasib sama, memperoleh banyak pujian dan penghargaan dari berbagai kritikus film dunia.

Film ini sendiri mengisahkan mengenai Hye-ja (Kim Hye-ja), seorang wanita petani ginseng dengan kemampuan akupuntur yang telah hidup menjanda sekian tahun. Hidupnya saat ini hanya ditemani oleh seorang puteranya, Do-joon (Won Bin), yang walau telah berusia 28 tahun, namun masih sering tidur di ranjang yang sama dengan dirinya. Bukan apa-apa, jika dibandingkan dengan pria dewasa lainnya, Do-joon memiliki sedikit keterbelakangan emosional dalam kesehariannya.

Walau begitu, Do-joon menjalani hari-harinya bagaikan orang biasa. Walau tidak disetujui oleh ibunya, ia sering sekali berkumpul bersama Jin-tae (Jin Goo), pria pengangguran yang menjadi sahabat baik Do-joon. Bersama, mereka sering mengunjungi bar, mabuk-mabukan atau melakukan berbagai kegiatan tidak berguna lainnya. Masalah datang di satu malam, ketika Do-joon dan Jin-tae berjanji untuk bertemu di satu bar, namun hingga dini hari menjelang, Jin-tae belum menunjukkan batang hidungnya. Akhirnya, dengan keadaan mabuk, Do-joon pun diusir oleh sang pemilik bar.

Dalam perjalanan pulangnya, Do-joon kemudian membuntuti seorang gadis yang terlihat ketakutan. Sempat menggoda sang gadis beberapa saat, namun berakhir dengan penolakan, Do-joon akhirnya memilih untuk pulang ke rumahnya. Keesokan harinya, ternyata sang gadis telah ditemukan tewas pada sebuah rumah yang tadi malam dilewati Do-joon bersama sang gadis. Sialnya, beberapa barang bukti yang ditemukan di TKP, menunjukkan bahwa Do-joon adalah sang pelaku pembunuhan gadis tersebut. Dengan menggunakan teknik-teknik tertentu, pihak kepolisian akhirnya berhasil membuat Do-joon menandatangani surat pengakuan bahwa dialah yang membunuh sang gadis.

Tak terima putera satu-satunya diperlakukan semena-mena, Hye-ja akhirnya menempuh segala cara untuk membebaskan Do-joon. Cara seperti menghubungi beberapa pengacara terkenal di daerahnya, hingga mengumpulkan sendiri berbagai barang bukti untuk menunjukkan bahwa sanga anak tidak bersalah, dilakukan oleh Hye-ja. Perlahan-lahan, Hye-ja akhirnya berhasil menemukan jejak sang pembunuh sang gadis yang sebenarnya.

Memadukan drama keluarga, thriller dan sedikit komedi, Bong Joon-ho berhasil menghidupkan naskah cerita yang ia tulis bersama Park Eun-kyo ini. Walau pada beberapa adegan, khususnya pada beberapa adegan menjelang akhir film, terasa sedikit diperpanjang, namun tetap saja tidak membuat Mother kehilangan daya tariknya. Tentu saja, hal ini tidak lepas dari daya tarik dua pemeran utamanya, Kim Hye-ja dan Won Bin.

Lihat saja dari adegan pertama film ini — yang ternyata merupakan salah satu adegan akhir dari film ini yang diletakkan di awal film — yang menunjukkan Hye-ja menari di tengah-tengah rerumputan. Terlihat aneh pada awalnya, namun dengan ekspresi wajah yang sendu, adegan tersebut merupakan salah satu adegan paling menyentuh di film itu. Adegan tersebut juga menjadi penanda bagi setiap penontonnya bahwa mereka akan menyimak akting yang sangat hebat dari aktris senior Korea Selatan, Kim Hye-ja, yang menampilkan tingkatan akting yang sangat memukau, terutama dari setiap ekspresi wajah yang ia keluarkan di sepanjang film.

Aktor muda, Won Bin, juga ternyata mampu menandingi penampilan kaliber Kim Hye-ja dengan memberikan gambaran yang lugu akan karakter Do-joon. Walau memiliki screen-time yang lebih sedikit daripada Kim-Hye ja, namun tetap saja, setiap Won Bin tampil sebagai Do-joon, Mother mampu menjadi terasa lebih mengena dan berwarna. Penampilan kedua pemeran utama ini juga diperkuat lagi oleh beberapa pemeran pendukung, khususnya oleh Jin Goo yang berperan sebagai Jin-tae, yang memiliki karakter sedikit sulit untuk ditebak di sepanjang film ini berjalan.

Dengan naskah cerita yang menarik — plus sedikit twist di akhir jalan cerita –, eksekusi yang tepat dari para pemerannya dan beberapa potong sinematografi yang cukup indah, menjadikan Mother sebuah film yang mampu membuat penontonnya terus menyimak kisah Do-joon dan ibunya dalam memecahkan permasalahan yang ditawarkan di jalan cerita film ini. Sederhana, namun mampu mengikat dengan sempurna.

Rating: 4 / 5

Mother (CJ Entertainment, 2009)

Mother (2009)

Directed by Bong Joon-ho Produced by Choi Jae-won, Seo Woo-sik Written by Bong Joon-ho, Park Eun-kyo Starring Kim Hye-ja, Won Bin, Jin Goo Music by Lee Byung-woo Cinematography Hong Kyeong-pyo Distributed by CJ Entertainment Running time 128 minutes Country South Korea Language Korean

Advertisements

2 thoughts on “Review: Mother (2009)”

  1. Film2 korea emang jadi inceran bgt nih di tingkat dunia ya mas.
    Tinggal nunggu waktu aja sampe ada film yang bener2 menggebrak secara internasional kyk waktu dulu Jepang menggebrak lewat Akira Kurosawa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s