Review: Whiteout (2009)

Didasarkan pada sebuah novel grafis berjudul sama karya Greg Rucka dan Steve Lieber, yang dirilis pada tahun 1998, Whiteout sebenarnya telah menarik banyak perhatian rumah produksi untuk memulai proses pengadaptasiannya. Columbia Pictures adalah rumah produksi pertama yang berhasil memenangkan hak adaptasi novel tersebut pada tahun 1999.

Namun berbagai hambatan yang terjadi, termasuk pada proses pengadaptasian dari novel grafis ke bentuk naskah cerita, membuat Columbia akhirnya menyerah untuk mengadaptasi Whiteout. Setelah beberapa berpindah tangan, Dark Castle Entertainment akhirnya memperoleh hak adaptasi komik tersebut. Dominic Sena (Swordfish), yang merupakan penggemar berat komik tersebut, mengajukan diri untuk duduk di kursi sutradara. Dan akhirnya, proses produksi pun dimulai pada tahun 2007.

Whiteout sendiri berkisah mengenai seorang US Deputy Marshal, Carrie Stetko (Kate Beckinsale), yang selama dua tahun terakhir telah ditempatkan di Antartika, titik paling dingin dan terisolasi di planet Bumi. Penugasannya kesana sendiri bukan tanpa sebab. Carrie sendiri yang menginginkan agar ia dapat memperoleh tempat penugasan yang jauh karena ia masih menyalahkan dirinya sendiri atas penembakan yang ia lakukan pada partner kerjanya yang ia ketahui berkhianat beberapa tahun silam, yang mengakibatkan kematian partner-nya tersebut.

Tiga hari menjelang berakhirnya masa tugasnya di Antartika, ketika Carrie dan seluruh penghuni pangkalan bersiap untuk berangkat dari sana menghindari musim dingin yang akan datang, Carrie menemui kasus baru ketika pangkalannya menemukan sesosok mayat yang nantinya diketahui sebagai salah seorang anggota dari tim mereka. Tak dinyana, penemuan mayat tersebut ternyata membawa Carrie pada kasus yang telah terkubur 60 tahun yang lalu. Bersama Robert Pryce (Gabriel Macht), seorang agen dari PBB yang ditugaskan menyelidiki kasus ini, Carrie berusaha menyelesaikan permasalahan tersebut dan membuka tabir kejahatan tersebut sesegera mungkin sebelum ia akhirnya akan terperangkap di pangkalan tersebut selama 6 bulan ke depan.

Whiteout sendiri sepertinya membuktikan bahwa walaupun Anda merupakan penggemar berat dari sebuah bahan yang dapat dijadikan sebuah naskah cerita, belum tentu Anda akan dapat mengolahnya menjadi sesuatu yang dapat dinikmati dalam media yang lain. Tidak banyak yang dapat diceritakan dari hasil adaptasi Dominic Sena terhadap novel grafis Whiteout ini. Jika menilik pada tertundanya tanggal perilisan Whiteout, yang sebenarnya dijadwalkan rilis pada akhir 2008 kemudian dipindah ke awal 2009, maka alasan penundaan tersebut sepertinya tertulis jelas pada kualitas film ini.

Sebenarnya Whiteout dimulai dengan cukup baik. Pengenalan yang dilakukan Sena pada tokoh Carrie Stetko dan wilayah kerjanya (serta sekilas dua tokoh antagonis yang akan banyak bercerita di akhir film) di awal film berlangsung baik. Proses ini masih berjalan cukup lancar hingga adegan dimana Carrie menemukan mayat yang menjadi sumber permasalahan utama film ini. Ketika karakter Carrie diceritakan memulai penyelidikan untuk memecahkan kasus ini, disinilah berbagai kegagalan demi kegagalan membuat kualitas Whiteout terus menerus menurun.

Penurunan kualitas ini mungkin dapat dibebankan pada ringannya kualitas penulisan naskah film ini. Penonton yang disuguhkan hanya satu permasalahan tidak diberikan sesuatu yang baru ketika proses pemecahan masalah tersebut berlangsung. Semua yang dilakukan Carrie sepertinya telah pernah dilakukan pada film-film sejenis sebelumnya. Hal ini diperparah juga dengan keputusan Sena yang menceritakan masa lalu Carrie yang kelam dengan memberikan beberapa adegan kilas balik di sepanjang film. Tidak hanya mengganggu, namun mungkin akan lebih tepat bila diletakkan dalam porsi yang seutuhnya, tidak diberikan sepotong demi sepotong seperti yang disuguhkan Sena di film ini.

Sebagai sebuah film dengan tema thriller, Whiteout juga sangat terasa kekurangan gairah misterius dan thriller-nya. Beberapa adegan action yang dihadirkan hanya dapat diberikan penilaian yang tidak buruk, namun tidak sampai membuat para penonton film ini merasa terikat dan ingin tahu apa yang akan terjadi di adegan berikutnya.

Naskah film ini juga diperburuk dengan ending yang dipilihkan film ini. Ending yang diberikan Sena sama sekali tidak memberikan sesuatu yang dapat memberikan jawaban yang menyeluruh. Naskah film ini mungkin bermaksud memberikan twist dengan pemilihan karakter antagonis utama yang tidak disangka-sangka sebelumnya. Namun dengan cara ekseskusi yang sedingin suasanan di Antartika, film ini malah berakhir menjadi sangat, sangat tidak mengesankan.

Walau para pemeran di film ini harus diakui memberikan peran yang cukup baik, namun sangat disayangkan tidak adanya chemistry antara masing-masing karakter yang ada di film ini. Sama sekali tidak terlihat adanya keterikatan antara Carrie dengan rekan-rekan sekerjanya atau bahkan dengan partnernya dalam menyelidiki kasus ini, Robert, yang kemungkinan besar akan dianggap para penonton sebagai calon kekasih Carrie. Ini tentu saja menjadikan lagi-lagi penonton merasa tidak akan tertarik untuk mengetahu bagaimana nasib masing-masing karakter di film ini.

Lemah di naskah ditambah dengan tidak terjalinnya hubungan yang berarti antara para karakternya serta merta membuat Whiteout seperti sebuah rencana yang sebenarnya belum matang benar untuk dikerjakan, namun karena sesuatu hal, harus dikerjakan dengan perasaan sangat terpaksa dan beban yang besar. Hasilnya, film ini malah berantakan tanpa arah, sama sekali tidak memiliki kesan dan hanya menjadi sebuah tontonan yang sangat datar.

Rating: 2.5 / 5

Whiteout (Dark Castle Entertainment/Warner Bros. Picture, 2009)

Whiteout (2009)

Directed by Dominic Sena Produced by Joel Silver, Susan Downey, David Gambino Written by Jon Hoeber, Erich Hoeber, Chad Hayes, Carey Hayes (screenplay) Greg Rucka, Steve Lieber (graphic novel) Starring Kate Beckinsale, Gabriel Macht, Columbus Short, Tom Skerritt, Alex O’Loughlin Music by John Frizzell Cinematography Christopher Soos Editing by Martin Hunter, Stuart Baird Studio Dark Castle Entertainment Distributed by Warner Bros. Pictures Running time 101 minutes Country United States Language English

2 thoughts on “Review: Whiteout (2009)”

Leave a Reply