Review: Nothing But The Truth (2008)


Nothing But The Truth adalah sebuah film drama arahan sutradara Rod Lurie. Lurie, yang juga berperan sebagai seorang penulis naskah di film ini, mengaku terinspirasi dari kisah nyata jurnalis The New York Post, Judith Miller, yang terpaksa harus mendekam di penjara setelah ia menolak permintaan negara untuk membuka rahasia siapa narasumber yang ia gunakan dalam sebuah berita yang ia tulis.

Mengisahkan mengenai Rachel Armstrong (Kate Beckinsale), seorang jurnalis ambisius yang bekerja di The Capital Sun-Times. Rachel, suatu ketika menemukan sebuah fakta bahwa Erica Van Doren (Vera Farmiga), istri dari mantan duta besar Amerika Serikat, Oscar Van Doren (Jamey Sheridan), adalah seorang agen rahasia CIA yang baru saja kembali dari Venezuela untuk menyelidiki usaha percobaan pembunuhan Presiden Amerika Serikat.

Merasa mendapatkan berita yang sangat hangat dan belum didapatkan media lainnya, dan setelah disetujui oleh para editornya, Rachel akhirnya mendatangi Erica dan meminta konfirmasi resmi atas kabar tersebut. Erica, tentu saja, menolak berkomentar dan balik mengkonfrontasi Rachel. Walau begitu, Rachel tidak berhenti dan tetap menuliskan berita tersebut. Hasilnya, tulisan investigatifnya mengenai Erica Van Doren berhasil menjadi headline dan menghebohkan Amerika Serikat.

Rachel dan tim editornya tentu sudah menyangka bahwa berita yang menghebohkan seluruh penjuru Amerika Serikat ini akan mendapatkan tentangan setidaknya dari pihak pemerintahan sendiri. Namun, tentu saja Rachel tidak menyangka bahwa kasus ini akan melibatkan pihak FBI, yang menurunkan agen khususnya, Patton Dubois (Matt Dillon), untuk menyelidiki kasus ini. Rachel sendiri dianggap telah mengancam keamanan negara dengan membongkar identitas seorang agen rahasia dan diminta untuk membongkar identitas narasumber yang memberitahukan informasi tersebut kepada Rachel.

Menghormati kode etik jurnalistik, dimana Rachel telah berjanji tidak akan memberitahukan siapa nama narasumber beritanya ke publik, Rachel tetap bertahan dengan pendiriannya. Hasilnya, Rachel harus dipenjara selama ia belum mau buka mulut. Keputusan yang akhirnya mengubah kehidupan Rachel dan orang-orang yang ada di sekitarnya.

Dimulai dengan sedikit kurang meyakinkan, Nothing But The Truth perlahan-lahan bergerak ke depan untuk mencapai tujuannya sebagai sebuah film drama dengan sentuhan dunia hukum dan jurnalistik. Hal ini tentu saja tidak terlepas dengan peran dua orang aktris yang sejak awal sudah muncul di film ini, Kate Beckinsale dan Vera Farmiga.

Beckinsale, yang mungkin belum terlalu banyak diakui kemampuan aktingnya, lewat Nothing But The Truth mampu menunjukkan bahwa ia adalah seorang aktris yang sangat berbakat untuk berperan dalam sebuah film drama secara total. Lewat Beckinsale, karakter Rachel Armstrong menjadi sebuah karakter yang dapat dipercaya keberadaannya oleh para penontonnya: karakter yang kuat, tegar namun rapuh dan memiliki banyak kekurangan dalam dirinya. Sama halnya dengan Vera Farmiga, yang walau kehadirannya tak sebanyak Beckinsale atau karakter lainnya di film ini, mampu memberikan sentuhan yang sama kepada karakter Erica Van Doren, wanita yang kuat namun perlahan-lahan merapuh setelah kejadian yang menimpanya mulai memisahkan dirinya dari puterinya.

Selain kedua aktris tersebut, Nothing But The Truth juga dipenuhi oleh banyak talenta akting senior lainnya: Alan Alda, Matt Dillon, Noah Wyle dan David Schwimmer menambah kuatnya unsur drama di film ini. Namun, Nothing But The Truth bukanlah melulu soal akting para pemerannya.  Rod Lurie, sang sutradara, juga berhasil membangun sebuah ketegangan dan permasalahan cerita dengan sangat baik. Permasalahan tersebut disusun dengan bertahap, menggunakan fakta-fakta yang nyata, dan dengan menyajikannya di  jalan cerita yang menengah (tidak terlalu cepat, namun juga tidak terlalu lamban dan bertele-tele), Lurie berhasil menciptakan tingkat penceritaan yang sangat baik, pintar namun tetap mampu menyentuh hati setiap penontonnya.

Sebagai sebuah drama, Nothing But The Truth harus diakui adalah sebuah drama yang memiliki kualitas di depan. Dengan naskah yang pintar dan diwujudkan melalui akting para pemerannya yang sangat baik, Nothing But The Truth tidak hanya menjadi sebuah film yang drama jurnalistik yang cerdas, namun juga sangat menyentuh dan mampu membuat para penontonnya mempertanyakan diri mereka: Apakah mereka akan mengorbankan kehidupan pribadi mereka dan akan melakukan hal yang sama jika mereka berada di posisi Rachel? A smart one!

Rating: 4 / 5

Nothing But The Truth (Yari Film Group, 2008)

Nothing But The Truth (2008)

Directed by Rod Lurie Produced by Rod Lurie, Bob Yari, Marc Frydman Written by Rod Lurie Starring Kate Beckinsale, Matt Dillon, Alan Alda, Vera Farmiga, David Schwimmer, Angela Bassett, Noah Wyle Music by Larry Groupé Cinematography Alik Sakharov Editing by Sarah Boyd Studio Yari Film Group Running time 108 minutes Country United States Language English

One thought on “Review: Nothing But The Truth (2008)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s