Review: Daybreakers (2010)


Semenjak kemunculan Twilight, vampir mungkin merupakan salah satu obyek yang paling banyak diminati oleh para produsen film Hollywood untuk dibuatkan kisahnya. Bukan apa-apa, franchise Twilight sendiri terbukti sangat berhasil dalam meraup jumlah raihan penonton dalam angka yang cukup besar, khususnya dari para kaum penonton wanita.

Tapi tahukah Anda bahwa tanpa kehadiran Twilight sekalipun di layar lebar, vampir merupakan tokoh fiksi (tergantung kepercayaan Anda) yang paling banyak diceritakan di dalam berbagai cerita film? Tahun lalu saja tercatat tidak kurang dari 5 film Hollywood dibuat dengan menggunakan makhluk peminum darah ini sebagai subyek ceritanya.

Di tahun 2010, tren penggunaan vampir dalam sebuah film sepertinya belum akan berakhir. Adalah Daybreakers, karya sutradara kembar asal Australia, Micahel dan Peter Spierig, yang mungkin menjadi film bertema vampir pertama yang dirilis pada tahun ini. Film ini sendiri merupakan karya kedua sutradara berusia 37 tahun ini setelah sebelumnya sukses di negara asalanya dengan sebuah film zombie berjudul Undead pada tahun 2003.

Bersetting pada tahun 2019, dikisahkan kehidupan para vampir telah mengalami revolusi di atas muka Bumi. Mereka kini merupakan kaum yang mendominasi dengan para manusia telah menemui titik dimana mereka akan mengalami kepunahan. Tentu saja, kepunahan manusia akan mengancam posisi para vampir di masa depan. Untuk itulah sebuah perusahaan medis Bromley Marks didirikan, yakni untuk menemukan formula yang tepat untuk menggantikan darah manusia sebagai makanan utama kaum vampir.

Sementara itu, di dunia luar, terjadi keanehan pada kaum vampir yang telah lama tidak meminum darah manusia karena langkanya. Gen tubuh mereka berubah dan bermutasi sehingga menghasilkan makhluk dengan rupa dan perilaku yang lebih mengerikan.

BLOOD FARM. And this, ladies and gentlemen, how we produce the blood. We're sucking it from these people and bottled it as soon as possible. Fresh blood. Yum!

Adalah Edward Dalton (Ethan Hawke), seorang vampir yang merupakan peneliti utama di perusahaan tersebut, yang bertugas untuk memimpin tim pencari formula pengganti darah tersebut. Di bawah kepemimpinan Charles Bromley (Sam Neill), sang vampir pemilik perusahaan, Edward sebenarnya memiliki tujuan lain dalam menemukan formula tersebut: Ia tidak tahan pada kenyataan bahwa manusia hanya dijadikan sebuah bahan buruan untuk diambil darahnya, sehingga Edward ingin agar dengan adanya formula tersebut, manusia akan dapat diselamatkan populasinya

Dalam suatu perjalanan pulang, ia bertemu dengan Audrey (Claudia Karvan), seorang manusia normal yang nantinya akan mempertemukan Edward kepada Elvis (Willem Dafoe), seorang vampir yang secara tiba-tiba berhasil merubah dirinya kembali menjadi manusia. Edward, yang dulu sebenarnya dijebak oleh sang adik, Frankie (Michael Dorman), untuk menjadi seorang vampir, akhirnya bergabung dengan kelompok Audrey dan Elvis untuk menemukan formula apa yang dapat mengubah vampir kembali menjadi manusia. Tentu saja, hal ini kemudian mendapatkan perlawanan dari Charles Bromley, yang ternyata hanya membentuk Bromley Marks sebagai bagian obsesi bisnisnya, dan bukan untuk juga membantu manusia, seperti yang selama ini ia katakan kepada Edward.

Naskah film ini sendiri ditulis oleh Michael dan Peter Spierig, dan harus diakui mereka mampu membuat sebuah naskah cerita thriller yang bercampur dengan science fiction yang menghasilkan sebuah paduan yang sangat memikat. Tidak hanya menjadikan film ini sebagai sebuah film ‘berdarah’ sebagaimana layaknya sebuah film vampir, entah disengaja atau tidak, Daybreakers sarat akan berbagai pesan sosial pintar yang diselipkan The Spierig Brothers dalam kisah kehidupan para vampir di film ini.

Eksekusi film ini juga berjalan cukup baik. Dibawakan dengan tone dan mood yang gelap, Daybreakers telah menghadirkan berbagai adegan yang cukup menegangkan semenjak film ini berjalan di menit-menit awal. Dipenuhi oleh berbagai adegan yang memiliki kadar cukup mengejutkan dan adegan aksi yang lumayan baik, sayangnya, harus diakui, seperempat perjalanan menuju tahap akhir film ini berjalan cukup klise. Tidak buruk, namun setelah apa yang ditawarkan selama film berjalan sebelumnya, menjadi terkesan menurun di menit-menit akhir film ini.

Tentu saja, eksekusi baik tersebut tak terlepas dari para jajaran pemeran film ini yang mampu menampilkan performa mereka dengan baik. Nama-nama besar seperti Ethan Hawke, Willem Dafoe, Sam Neill dan aktris asal Australia, Audrey Bennett, mampu tampil apik mendampingi efek-efek khusus yang dihadirkan demi menambah suasana gelap dan horror selama film ini berjalan.

Menawarkan berbagai cara pandang baru terhadap kehidupan para vampir, seperti teknologi, cara hidup dan kehidupan sosial, Daybreakers berhasil memberikan sebuah tontonan yang sangat menghibur mengenai sebuah tema yang sepertinya akhir-akhir ini sering terasa kadaluarsa. Tetap tidak melupakan adegan-adegan berdarah, spesial efek yang mumpuni serta akting baik para pemerannya (dan walau terasa ada penurunan menjelang film ini berakhir), tetap menjadikan Daybreakers sebagai sebuah film yang cukup layak untuk direkomendasikan.

Rating: 4 / 5

Daybreakers (Lionsgate, 2010)

Daybreakers (2010)

Directed by Michael Spierig, Peter Spierig Produced by Chris Brown, Sean Furst, Bryan Furst Written by Peter Spierig, Michael Spierig Starring Ethan Hawke, Willem Dafoe, Claudia Karvan, Sam Neill, Michael Dorman, Isabel Lucas Music by Christopher Gordon Cinematography Ben Nott Editing by Matt Villa Distributed by Lionsgate Running time 98 minutes Country Australia, United States Language English

Advertisements

One thought on “Review: Daybreakers (2010)”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s