Review: The Fourth Kind (2009)

Satu dekade lalu, The Blair With Project berhasil membuat sebuah kejutan dengan “menipu” orang-orang banyak dengan mengatakan bahwa film tersebut merupakan sebuah rekaman asli dari sekelompok orang yang hilang ketika mencoba memecahkan sebuah misteri mengenai sebuah urban legend.  Film tersebut berhasil mengejutkan (dan menakuti) banyak orang dan sukses luar biasa dalam peredaran komersialnya.

Sepuluh tahun kemudian, cara pemasaran yang sama terbukti masih berhasil ketika Paranormal Activity dirilis. Masih dengan menggunakan teknik ‘film ini berisi rekaman nyata’ mengenai sebuah kejadian penuh horror, Paranormal Activity juga berhasil mengumpulkan lebih dari US$100 juta dari dana pembuatan yang hanya berkisar sebesar US15 ribu.

The Fourth Kind adalah film kesekian yang mencoba teknik pendekatan yang sama agar penontonnya dapat merasakan tingkat kengerian yang lebih dari jalan cerita yang ditawarkan. Jika The Blair Witch Project dan Paranormal Activity berkisar mengenai para makhluk halus, maka The Fourth Kind menawarkan sesuatu yang berbeda, namun tetap misterius, mengenai penculikan manusia yang dilakukan oleh para alien.

Dibuka dengan aktris Milla Jovovich yang memperkenalkan The Fourth Kind sebagai sebuah film yang akan menampilkan rekaman asli dari wawancara bersama Dr Abby Tyler yang digabungkan dengan versi reka ulang yang dilakukan oleh para aktor untuk menggambarkan kejadian yang dialami oleh Tyler.

OWL CITY. Note to self: The next time an owl entering your room, there's a huge chance that you probably going to get abducted by the aliens.

Mengisahkan mengenai (Jovovich), seorang ahli psikologi, yang baru saja kehilangan suaminya lewat sebuah kejadian yang misterius. Beberapa bulan berlalu, kini Tyler menerima beberapa pasien yang memiliki keluhan yang sama: mereka terbangun ketika pukul 3:33 pagi, merasa ketakutan, dan menyaksikan adanya seekor burung hantu yang sedang memperhatikan mereka di kamar mereka.

Teror mulai datang ketika salah seorang pasiennya, Tommy, menyandera seluruh anggota keluarganya dan mengancam akan membunuh mereka karena merasa ketakutan akan seseorang yang mencoba untuk menculik mereka. Tommy, yang depresi akan rasa ketakutan tersebut, akhirnya membunuh seluruh anggota keluarganya, serta membunuh dirinya.

Kejadian tersebut tentu saja membuat Abby menjadi semakin paranoid, apalagi ia sendiri masih dihantui akan kematian sang suami yang masih misterius siapa pembunuhnya. Dengan dibantu oleh Dr Campos (Elias Koteas), Abby mulai berprasangka bahwa ini adalah perbuatan dari sebuah kekuatan yang bukan berasal dari Bumi. Prasangka ini semakin terwujud setelah salah seorang pasiennya yang lain, Scott, yang sedang berada dibawah hipnotisnya, tiba-tiba berbicara dalam bahasa Simeria, bahasa tertua yang hampir punah dari Bumi. Akibat hipnotis tersebut, Scott mengalami kelumpuhan total pada tubuhnya. Akibatnya, Abby menjadi seorang tahanan rumah oleh Sheriff August (Will Patton). Puncak kejadian terjadi ketika di malam tersebut, tempat tinggal kediaman Abby dan keluarganya didatangi oleh ‘sesuatu’ yang menculik puteri Abby, Ashley.

Hal yang sebenarnya cukup mengganggu dari The Fourth Kind adalah usaha dari para produser film ini untuk meyakinkan para penontonnya bahwa film ini merupakan sebuah kejadian nyata, dengan teknik penggabuan antara footage ‘asli’ kejadian dengan versi reka ulang yang dilakukan oleh para aktor Hollywood. Menyaksikan dua hal tersebut digabungkan menjadi satu terlihat menjadi dua film yang berbicara mengenai hal yang sama dan disatukan. Tidak penting dan tidak efektif. Mungkin The Fourth Kind akan berjalan lebih baik bila film ini dipisahkan, dan lebih baik lagi jika versi footage ‘asli’ yang terpilih untuk dibuat versi film penuhnya.

Jika ingin dilihat dari kadar kengerian yang diberikan film ini, beberapa adegan memang cukup mengejutkan dan akan berhasil membuat penontonnya menahan nafas. Apalagi tema film ini yang bercerita mengenai alien (walaupun hingga akhir film sama sekali tidak ditunjukkan apa sebenarnya yang sedang menghantui mereka) ternyata mampu diceritakan dengan cara yang cukup misterius. Tingkat suspense yang dibangun selama jalannya film juga lumayan baik. Suspense yang diberikan film ini terbentuk dengan sangat baik dan meningkat hingga mencapai puncaknya di akhir film.

Terlepas dari berbagai usaha yang gagal dari pihak produser untuk meyakinkan bahwa film ini merupakan sebuah film yang diadaptasi dari sebuah kejadian nyata, The Fourth Kind sebenarnya mampu mengantarkan beberapa suspense kepada para penontonnya. Berbagai footage yang ditampilkan di film ini mampu memberikan esensi bahwa cerita yang ditampilkan di sepanjang film ini memang merupakan sebuah footage asli, sebagian besar karena akting para pemerannya yang benar-benar menghipnotis. Bagi Anda yang memang menggemari film-film bertema alien dan segala konspirasi yang mengitarinya, Anda pasti akan sangat menyukai film ini.

Rating: 3.5 / 5

The Fourth Kind (Gold Circle Films/Dead Crow Productions/Universal Pictures, 2009)

The Fourth Kind (2009)

Directed by Olatunde Osunsanmi Produced by Paul Brooks, Joe Carnahan Written by Olatunde Osunsanmi Starring Milla Jovovich, Elias Koteas, Will Patton Music by Atli Örvarsson Cinematography Lorenzo Senatore Editing by Paul Covington Studio Gold Circle Films/Dead Crow Productions Distributed by Universal Pictures Running time 98 min. Country United States Language English

Leave a Reply