Review: The Young Victoria (2009)

The Young Victoria adalah sebuah drama period yang mengisahkan mengenai masa awal pemerintahan Ratu Victoria dari kerajaan Inggris serta mengenai kisah percintaannya dengan Pangeran Albert dari Jerman. Dibintangi oleh Emily Blunt sebagai Ratu Victoria, film ini diproduseri oleh Martin Scorcese bersama Graham King (The Departed) dan Sarah, Duchess of York.

The Young Victoria sendiri mengisahkan kisah awal kehidupan Victoria (Blunt) yang terlahir sebagai puteri satu-satunya dari Prince Edward, Duke of Kent and Strathearn dan Princess Victoria of Saxe-Coburg-Saalfeld (Richardson). Saat Victoria lahir, kakeknya, King George III, sedang berada di kursi tahta kerajaan. Karena ketiga putera tertuanya tidak memiliki anak yang terlahir dari sebuah perkawinan yang sah, maka Victoria, puteri dari anak keempat King George III, berada di garis kedua untuk menduduki tahta kerajaan setelah pamannya, George IV (Broadbent).

Semenjak kecil, Victoria telah diperlakukan seperti seorang pewaris tahta kerajaan dan sangat dilindungi oleh ibunya, setelah kematian sang ayah. Hal ini membuat Victoria begitu tertutup dari dunia luar dan hal ini membuatnya menjadi seorang gadis dengan jiwa pemberontak. Ketika pamannya, King George IV, meninggal dunia, Victoria akhirnya naik ke tahta kerajaan. Victoria menjadi wanita termuda yang menduduki singgasana ketika ia hanya berusia 18 tahun.

GOD SAVE THE QUEEN. Emily Blunt sebagai Ratu Victoria. Meyakinkan?

Di saat yang sama, Victoria juga sedang menjalin hubungan dengan sepupu pertamanya, Prince Albert (Friend). Jalinan kisah asmara ini cukup sulit mengingat Victoria saat ini telah berada di posisi sebagai seorang Ratu dan ia juga telah diingatkan bahwa akan ada banyak orang yang berusaha untuk memanfaatkan posisinya. The Young Victoria akan mengisahkan mengenai bagaimana kisah cinta Victoria sekaligus bagaimana cara Victoria untuk tumbuh dewasa menjadi seorang Ratu yang siap untuk memimpin dan melayani para rakyatnya.

Berbeda dengan film-film period yang mengisahkan kerajaan Inggris lainnya, para penonton mungkin akan menemui sedikit kesulitan untuk mencerna bagian awal dari film ini, jika mereka kekurangan informasi bagaimana garis keturunan dari kerajaan Inggris. Menit-menit awal The Young Victoria dihabiskan untuk menggambarkan bagaimana kompleksnya hubungan kekeluargaan dan garis keturunan di keluarga kerajaan. Bukan suatu hal yang buruk, namun tetap saja akan sedikit merumitkan para penonton.

Cerita berikutnya berjalan dengan cukup lancar, kisah asmara antara Victoria dengan Prince Albert, hubungannya yang buruk dengan sang ibu serta kisah naik turunnya popularitas Victoria sebagai seorang pemimpin di kalangan masyarakat. The Young Victoria memiliki cukup banyak sisi penceritaan, namun di lain pihak, hal ini menyebabkan ketidakfokusan pada pengarahan dan menghasilkan The Young Victoria sebagai sebuah film yang tidak benar-benar memberikan kepuasan dalam penceritaan kepada para penontonnya.

Emily Blunt, yang berperan sebagai Victoria, tampil cukup meyakinkan disini, walaupun Blunt sepertinya memiliki wajah yang sedikit terlalu modern untuk memerankan seorang tokoh yang berada di zaman period jika dibandingkan dengan Kate Winslet, Keira Knightley dan Gwyneth Paltrow yang sebelumnya banyak bermain di film-film bertema sama. Namun, sebagai aktris utama film ini, Blunt mampu tampil bersinar dan menghidupkan karakternya. Blunt juga tidak sendirian dalam menghidupkan film ini. Jajaran pemeran pendukungnya juga memberikan peran yang cukup signifikan untuk membuat The Young Victoria sangat dapat dinikmati, walau harus diakui, Blunt adalah pusat perhatian utama di film ini.

Sama seperti halnya film-film period lainnya, The Young Victoria memiliki tata kostum dan setting yang sangat mengagumkan. Ditambah dengan music score yang cukup meyakinkan, The Young Victoria dapat dinilai sebagai sebuah film period yang lumayan memuaskan.

Sebagai sebuah film drama period, The Young Victoria dapat ditempatkan pada kategori film yang memuaskan. Bagi Anda penggemar film-film bergenre serupa, Anda akan mendapati kepuasan visual tersendiri dalam film ini. Sayang, fokus pada penceritaan sedikit terlupakan dengan kurangnya konflik yang benar-benar tajam untuk dapat menarik perhatian penonton.  Namun tetap saja hal tersebut tidak benar-benar mengganggu keberadaan The Young Victoria sebagai sebuah film yang cukup dapat dinikmati.

Rating: 4 / 5

The Young Victoria (GK Films/Momentum Pictures/Apparition, 2009)

The Young Victoria (2009)

Directed by Jean-Marc Vallée Produced by Martin Scorsese, Graham King, Sarah, Duchess of York Written by Julian Fellowes Starring Emily Blunt, Miranda Richardson, Jim Broadbent, Paul Bettany, Mark Strong, Rupert Friend, Thomas Kretschmann, Julian Glover, Michael Maloney, Rachael Stirling Music by Ilan Eshkeri Cinematography Hagen Bogdanski Editing by Jill Bilcock, Matt Garner Studio GK Films Distributed by Momentum Pictures/Apparition Running time 105 min. Country United Kingdom, United States Language English

One thought on “Review: The Young Victoria (2009)”

Leave a Reply